Asisten Pribadi di Bandara dari Gapura Angkasa

PT Gapura Angkasa melakukan re-branding product hospitality unggulannya bernama “JOUMPA” di Kantor pusatnya, Jakarta, Selasa (17/10). Menurut Sucipto (President Director and CEO Gapura Angkasa), JOUMPA memiliki makna Your Journey Companion yang diharapkan memberikan kemudahan bagi penumpang di Bandara, melalui beragam product seperti Meet and Greet, Transfer, Fast Track, hingga Baggage Delivery Service. “Re-branding bernama JOUMPA ini sangat diperlukan untuk penyempurnaan layanan dan konsep end to end service melalui proses yang terhubung mulai pre journey, pre flight, post flight hingga post journey,” tutur Sucipto.

Fast Track adalah layanan untuk penumpang internasional mulai dari keberangkatan hingga kedatangan. Begitu pula saat tiba di tempat tujuan, pelanggan akan dijemput petugas khusus sejak turun pesawat, pemeriksaan imigrasi, hingga pengaturan dan penyediaan transportasi dan pengantaran bagasai ke alamat pelanggan. Harga layanan JOUMPA sangat terjangkau, mulai dari Rp 100.000 untuk domestik dan Rp 300.000 untuk internasional.

Perluas Pengetahuan, PKP-PK Otban I Gelar Diklat Evakuasi Heli

Pelatihan Evakuasi Helicopter Di Atas Air digelar oleh personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran Otoritas Bandara Wilayah I (PKPPK Otban I), pada 14-18 November 2017 di Bandara Soekarno Hatta dan PT Intan Angkasa Airservice. Pendidikan dan latihan ini digelar lantaran masih sedikitnya pengetahuan para inspektur tentang kondisi darurat pada helicopter, khususnya di atas air. “Ini digelar agar menambah pengetahuan inspektur saat evakuasi helikopter, khususnya di perairan. Sebab cakupan PKP-PK adalah kondisi darurat dan evakuasi pada kecelakaan pesawat, termasuk helikopter.,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Darurat, I Gede Dharmika. Diklat yang dipesertai oleh 12 Inspektur ini, melatih peserta dalam mengevakuasi helikopter di perairan. “Penanganan di helicopter berbeda dengan pesawat fixwings. Mulai alat-alatnya, cara evakuasinya, hingga operasi penyelamatannya,” ungkap instruktur pelatihan, I Gede Suwanda.

Diklat ini juga direspon positif oleh pihak PT Intan Angkasa Airservice sebagai salah satu tempat pelatihan, “Harapannya akan ada ketegasan dari regulator mengenai aturanaturan yang kurang efektif perjalanannya, seperti aturan obstacle heliport,” ujar Ferdy Chaidir, Maintenance Manager PT Intan Angkasa Airservice. Davis Hermawan salah satu peserta pelatihan juga mengungkapkan adanya pelatihan membuat inspektur dapat bekerja lebih kompeten serta optimal.