Koalisi Jokowi Siapkan Kampanye Nawacita II

Kota-Bunga.net JAKARTA — Koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo menyiapkan rumusan Nawacita jilid kedua yang nantinya bakal digunakan untuk kampanye dalam pemilihan presiden 2019. Sabtu malam lalu, sembilan sekretaris jenderal partai pendukung merumuskan Nawacita II di Gedung Joang, Jakarta Pusat. “Kami mengevaluasi implementasi Nawacita jilid pertama,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, kemarin. Partai koalisi, kata Hasto, juga bersepakat untuk mempercepat terbentuknya pemerintahan yang efektif. Ia menyinggung program Nawacita jilid pertama yang sempat terlambat karena transisi kekuasaan, kurangnya dukungan politik, dan ketidaksesuaian dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan sebelumnya. “Sekarang, dengan kekuatan 62 persen di DPR, kami optimistis,” ujarnya. Jokowi memang didukung oleh mayoritas partai di parlemen. Selain Hasto, pembahasan Nawacita II dan pematangan tim kampanye itu dilakukan oleh Lodewijk Freidrich Paulus dari Partai Golkar, Arsul Sani dari Partai Persatuan Pembangunan, Abdul Kadir Karding dari Partai Kebangkitan Bangsa, Johnny G. Plate dari Partai NasDem, dan Heri Lontung Siregar dari Partai Hanura. Juga ada Ahmad Rafiq dari Partai Perindo, Raja Juli Antoni dari Partai Solidaritas Indonesia, serta Verry Surya Hendrawan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Nawacita merupakan sembilan agenda prioritas yang diusung Jokowi dan Jusuf Kalla saat Pemilihan Umum 2014. Memasuki pemilihan presiden 2019, Jokowi berharap ada evaluasi dan perbaikan program tersebut untuk menjadi bahan kampanye dalam pemilihan presiden. Akhir Juli lalu di Grand Garden Resto, Bogor, misalnya, ia meminta para sekretaris jenderal partai koalisi pemerintah mengkritisi capaian pemerintah. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan Jokowi memang menyerahkan evaluasi pelaksanaan Nawacita Koalisi Jokowi Siapkan Kampanye Nawacita II Menawarkan konsep pemerintahan yang efektif. jilid pertama kepada para sekretaris jenderal partai. Menurut dia, cara ini digunakan agar partai pendukung bisa menyesuaikan platform partai dengan visi dan misi calon presiden dan wakilnya.

“Ini kerja kolektif dan inklusif koalisi kami,” kata Johnny. Johnny mengatakan partai koalisi akan berfokus menyiapkan strategi untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. Menurut dia, tiga masalah itulah yang berpotensi menjadi sasaran lawan politik Jokowi dalam pemilihan presiden di samping masifnya pembangunan infrastruktur. “Tidak banyak berubah, tapi tantangan makin banyak,” ujar dia. Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan pertemuan tingkat sekjen masih terus berlanjut hingga pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. Kata dia, para sekretaris jenderal akan kembali bertemu hari ini. Tujuannya, membahas detail visi dan misi, serta tim pemenangan Jokowi. “Kami masih diskusi detail capaian dan yang akan ditingkatkan,” ujar Antoni.