KPU Minta Partai Berkoordinasi

http://109.199.119.180/ JAKARTA— Komisi Pemilihan Umum bersiap menghadapi masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2019. Karpet abuabu panjang pun sengaja digelar dari pintu masuk sampai ruang sidang utama di lantai 2 gedung Komisi Pemilihan Umum di kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Sejak pendaftaran dibuka pada Sabtu lalu hingga kemarin malam, belum satu pun pasangan calon mendaftar. Pendaftaran memang baru akan ditutup pada 10 Agustus pukul 23.59 WIB. Ketua KPU Arief Budiman meminta setiap koalisi partai politik berkoordinasi mengatur waktu pendaftaran. Menurut dia, cara itu bertujuan mengantisipasi keramaian pendukung pasangan calon saat proses pendaftaran.

“Kalau crowded di satu waktu, bukan hanya repot untuk KPU, tapi untuk semua,” kata Arief, kemarin. Menurut Arief, pengaturan waktu pendaftaran ini penting. Sebab, KPU memerlukan jeda waktu untuk memproses pendaftaran setiap pasangan calon. Selain itu, kata dia, KPU perlu mengantisipasi banyaknya pendukung yang mengiringi pasangan calon. Karena itu, “KPU akan membatasi jumlah massa pendukung yang masuk,” ujarnya. Saat ini baru ada dua calon presiden yang menyatakan bakal maju. Mereka adalah Joko Widodo serta Prabowo Subianto. Joko Widodo diusung oleh koalisi partai pendukung pemerintah, sedangkan Prabowo diusung oleh sejumlah partai oposisi serta Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat. Komisioner KPU Hasyim Asyari meminta partai politik dan koalisinya segera menyerahkan syarat pencalonan kandidatnya. Ia juga meminta partai koalisi untuk melaporkan waktu pendaftaran pasangan calon presiden dan wakilnya. “Partai politik harus melapor ke KPU maksimal sehari sebelum mendaftar,” ujarnya