Kangaroo Gelar Gathering dengan Supplier

Kangaroo Springbed kembali menggelar gathering dengan mengundang para mitra kerjanya yang ada di kawasan Jabodet abek ( Jakarta , Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi). Acara yang mengusung tema “United We Stand Togheter We Grow” ini diadakan di Ballroom Fame Hotel, Serpong-Tangerang, Sabtu 18 November 2017. Menurut Marketing Director Kangaroo Springbed, Riko Simanjuntak, acara ini merupakan rangkaian gathering atas tema yang sama untuk kedua kalinya dalam minggu ini. Tanggal 11 November lalu, juga diadakan mitra gathering hanya saja yang diundang mitra di Pekanbaru yang merupakan pusat dan awal perusahaan berdiri.

“Kita ingin beramah-tamah dengan supplier karena tanpa mereka kita tidak bisa apa-apa. Kita juga mengundang supplier baru untuk bekerjasama dengan Kangaroo. Kebetulan sekali supplier kita yang berasal dari Jabodetabek. Mungkin ada supplier dari luar kota yang tidak bisa hadir tapi prinsipnya rata-rata dari Jabodetabek. Tujuannya adalah untuk meminimalkan jarak antara perusahaan sebagai produsen dengan para supplier,” ujar Riko.

Kangaroo merupakan produsen springbed lokal yang berpusat di Pekanbaru. Hampir semua kota besar di Sumatera sudah dikuasai, mulai dari Pekanbaru, Medan, Padang, Palembang, Batam, Lampung, dan Jambi. Kini pangsa pasar sudah masuk ke Pulau Jawa dengan masuk ke beberapa kota seperti wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Kalimantan (Banjarmasin dan Pontianak), dan Sulawesi (Makassar dan Manado).

“Kita belum lama membuka pabrik baru di Jambi dan kita ingin ketemu dengan mitra kita di sana, selanjutnya mungkin kita akan menuju Jakarta, Bandung dan Semarang. Kita akan terus ekspansi membuka pasar baru dan akan memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh furnitur yang ingin bekerjasama dengan Kangaroo,” jelasnya.

Dalam acara itu disampaikan testimony oleh beberapa supplier Kangaroo , salah satunya dari Steven yang menilai bekerjasama dengan Kangaroo punya nilai positif. Steven menganggap Kangaroo merupakan perusahaan yang masih terus bertumbuh dan belum mencapai titik puncaknya. Artinya masih terus berkembang kearah yang lebih besar. Hal serupa juga diungkapkan oleh Darius, CEO sekaligus Owner Kangaroo tentang pentingnya acara gathering baik dengan mitra maupun supplier. Pasalnya, lewat acara semacam ini bisa ditentukan rencana dan arah bisnis perusahaan ke depan.

Selain itu, pihaknya juga tidak ingin menikmati keberhasilan sendirian. Sebagaimana filosofi binatang Kangaroo, ia akan membawa anaknya bersama-sama melompat kedepan. “ Kita  ingin maju bersama. Dan keberadaan mitra akan membantu kita memperkenalkan produk ke masyarakat. Dengan begitu produk yang dihasilkan Kangaroo dipercaya oleh konsumen. Pengembangan produk springbed Kangaroo didasari oleh moto ingin memberikan tidur yang nyaman bagi penggunanya,” tuturnya.

Disampaikan pula dalam memasarkan produk perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga menyisihkan keuntungan untuk yang membutuhkan. Mewujudkan hal tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan secara berkala ke sejumlah panti asuhan di Indonesia serta beasiswa pendidikan.

Selain itu , salah satu yang akan diterapkan di Kangaroo adalah perubahan pola pikir manajemennya . Darius menambahkan, ia ingin agar karyawan Kangaroo hanya berpikir linier, karena setiap jam, setiap menit dan setiap detik akan selalu terjadi perubahan. “Artinya, yang diajarkan kemarin belum tentu hari ini masih berlaku. Karena itu perlu inovasi dan kreatifitas dalam berfikir,” pungkasnya.