Alergi Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Anak

pascal-edu.com – Ternyata prevalensi anak yang mengalami alergi susu di bawah satu tahun, hanya 0,5%-7,5%. Sedangkan alergi karena makanan, cuaca, debu, jauh di atas itu. Satu hal yang perlu diketahui, apa pun pencetusnya, alergi tidak bisa dipandang sebelah mata, karena penyakit ini bisa menghambat tumbuh kembang anak. Fakta dan kejadian ini dipaparkan oleh Prof. Dr. Budi Setia-budiawan, SpA(K), MKes, Ketua Unit Kerja Koordinasi Alergi Imunologi IDAI, dalam media edukasi KalCare, Lotte Shopping Avenue Lt.3, Jakarta (17/4).

“Alergi pada anak sebagian besar disebabkan oleh turunan atau atopik, selain bisa juga karena anak dikondisikan dalam lingkungan yang kebersihannya berlebih, dan telah mendapat antibiotik di dua tahun pertama kehidupannya. Sayangnya, hingga sekarang ini alergi masih dipandang sebelah mata.

Perhatikan Kesehatan Anak

Karena itu, angka kejadian penyakit alergi terus meningkat. Sekarang baru diketahui 30-40% penduduk di dunia mengalami alergi,” demikian penjelasan Budi. Sebenarnya awam bisa mendeteksi gejala-gejala alergi. Pada saluran cerna timbul mual, muntah, diare, BB rendah, refluks. Pada kulit muncul urtikaria, dermatitis atopik. Sedangkan pada saluran napas muncul asma atau rinitis.

Walaupun mudah mendeteksi alergi, tapi sangat disayangkan Indonesia tidak memiliki data nasional alergi. Padahal jika ini dibuat, bisa menemukan penyebab umum alergi pada anak Indonesia. Dengan demikian kita bisa mencari tahu bagaimana mengatasi alergi tersebut dengan baik, agar anak-anak dengan alergi di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang optimal.

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition fot Kids-Kalbe Nutrionals mengatakan, untuk mendukung program IDAI mengenai alergi, pihaknya melalui brand Morinaga, sepakat menjalin kerja sama dengan membuat program Allergy Week lewat serangkaian kampanye dan edukasi ke masyarakat.

Kesehatan anak di masa pertumbuhan sangatlah penting, karena memang sangat berpengaruh sekali terhadap tumbuh kembang motorik dan kinerja otaknya. Untuk itulah sangat perlu diperhatikan untuk mama dan papa ketika anak merasakan sesuatu yang tidak biasa. Pada umumnya menangis adalah cara anak untuk mengutarakan apa yang terjadi pada tubuhnya kepada orangtua. Akan tetapi tak jarang orangtua hanya menganggap hal yang biasa anak masih kecil memang suka rewel. Untuk itulah perlu perhatian penting dan khusus setiap apapun yang terjadi pada si kecil.