Jadikan Akhir Pekan Lebih Bermanfaat Bagian 1

Akhir pekan tak melulu harus dihabiskan di mal. akhir pekan dapat diisi dengan membuat kerajinan tangan. itulah yang coba diajarkan WeWo. Ketika yang lainnya lebih memilih untuk menghabiskan akhir pekan dengan bertamasya ataupun sekadar beristirahat di rumah, komunitas satu ini justru senantiasa memberikan angin segar untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

WeWo. Begitulah nama itu lebih akrab dikenal, kependekan dari Weekend Workshop. Komunitas ini berawal dari hobi pasangan Dyah Ekarini dan Mohammad Iskandar Zulkarnaen menghasilkan craft dengan tangan. Mereka lantas ingin membagi pengetahuan mereka tentang kerajinan tangan kepada orang lain. Terbentuklah komunitas Weekend Workshop ini. “Mulanya hanya ingin mengisi akhir pekan bermanfaat, akhirnya kami kelola lebih serius.

Apalagi banyak juga teman-teman lain yang ingin ikutan mengajar berbagai teknik prakarya atau life skill yang seru,” tutur Dyah Ekarini, penggagas WeWo. Rini, begitu Dyah Ekarini akrab disapa, sudah memiliki hobi crafting sejak usianya 10 tahun. Ia mengaku belajar secara otodidak untuk menyalurkan hobinya itu. Baginya crafting tak hanya membawakan kesenangan, namun juga mendatangkan rupiah dari hasil karyanya.

30 Workshop

UnIk Sesuai dengan namanya, WeWo kerap melaksanakan kegiatan yang dilakukan tiap akhir pekan. Namun, lambat laun permintaan makin lama makin bertambah sehingga tak jarang pula kegiatan juga diadakan pada hari kerja. Kegiatan itu sendiri hingga saat ini terdiri lebih dari 30 jenis workshop yang rutin diadakan.

Di antaranya merajut, sablon, membuat sabun, decoupage, tie dye, cukil kayu, lukis cat air, membuat aksesori, dan sebagainya. Seluruh kegiatannya pun dinamai dengan sebutan-sebutan yang tak kalah unik. Misalnya, Mantili (main tanah liat), Sapi Kejut (sambil ngopi kita ngerajut), Babinsa (belajar bikin sabun), Makin Kasep (mari bikin kaus sendiri, pren), Pake Cuka (pasti keren cukil kayu), dan lain-lain.