Jadikan Akhir Pekan Lebih Bermanfaat Bagian 2

Masing-masing kegiatan yang diadakan WeWo akan dikenakan biaya yang disesuaikan dengan jenis workshop. Biayanya meliputi pembelian barang, pembayaran tutor, serta pembayaran sewa tempat. Namun biaya yang dikeluarkan tentu tak sebanding dengan besarnya ilmu yang didapat. Workshop itu sendiri diadakan di tiga tempat, yaitu Jakarta, Bumi Serpong Damai (BSD), dan Bandung. Selain itu, WeWo juga kerap diundang untuk berpartisipasi diacara-acara yang berhubungan dengan craft, seperti mengadakan craft therapy di sebuah perusahaan, workshop di sekolah, dan lain-lain.

Sedangkan, para pesertanya dimulai dari usia sembilan tahun ke atas yang didominasi oleh kaum hawa. “Mungkin karena perempuan lebih suka crafting,” tutur Rini mengungkapkan alasannya. Untuk mempromosikan kegiatanya, WeWo mengandalkan media sosial, seperti facebook, twitter, atau instagram demi menyuarakan aksinya. Selain itu, untuk pendaftaran workshop biasanya dilakukan kerjasama dengan beberapa partner lokasi, media lokal, maupun partner dari startup lain.

Tak hanya kegiatan workshop yang dilakukan, komunitas ini juga kerap menjalankan aksi sosial seperti acara penggalangan dana untuk pasien kanker anak yang diselenggarakan pada bulan Februari lalu. Selain itu, juga ada aksi sumbangan hasil karya untuk anak-anak di panti asuhan yang dihadiri ratusan perajut. “Menyumbang tidak harus dengan uang, tetapi juga bisa dengan karya,” begitulah ungkapnya.

Ajang Mengasah Kemampuan

Berbagai pembelajaran yang tak kalah menarik hadir menyemarakan tiap kegiatan yang setia menemani akhir pekan bagi para pesertanya. Bukan hanya itu, seperti yang dikatakan Dyah Ekarini, aktivitas itu sekaligus dapat dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan maupun ketrampilan yang kemudian dapat disalurkan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang kami hasilkan adalah skill.

Peserta bisa mendapatkan skill baru dan mau mengembangkannya menjadi bisnis,” ucapnya. WeWo berharap, segala kegiatan yang telah diadakan tentu tak hanya dapat menggali sisi kreativitas seseorang, namun juga berpotensi memperkuatjaringan ekonomi kreatif di Indonesia.