Masa depan ada di format media lama

Teknologi tape/pita magnetik sudah lama ada (abad ke-20). Awalnya, produsen pita magnetik mengembangkan standar medianya sendiri hingga akhirnya HP, IBM, dan Seagate merilis tape magnetik berstandar Linear Tape Open (LTO). LTO masih terus dikembangkan teknologinya (lihat grafik kanan) agar kapasitas dan keawetan data terus meningkat. Kini, selain mengusung sistem file, pita magnetik pun telah dilengkapi dengan sistem enkripsi terintegrasi. Fungsi WORM (write once read many) dianggap paling krusial agar data media lebih awet.

Tempat Penyimpanan File

Sistem write-protected data ini pun bisa diaktifkan pada disk magnetik meskipun membutuhkan biaya ekstra. Pengujian Imation (produsen pita magnetik yang juga membuat defect scanner untuk tape drive) mengindikasikan bahwa pita mag netik jika disimpan baik (terhindar dari panas dan lembab) bisa lebih awet dari hard disk (hingga 30 tahun). Pemakaian material baru pun bakal membuat masa pakai pita magnetik lebih awet (hingga 50 tahun). Sebelumnya, pita magnetik menyimpan data melalui proses magnetisation partikel metal (besi, kobalt).

Metal particle dianggap sudah mencapai limit densitas penyimpanan (storage density) saat ukuran partikelnya 20 nanometer (kapasitas 6.25 TB per tape). Target pun ditentukan untuk standar pita mag netik di tahun 2015 mendatang. Standar barunya, LTO-7, diharapkan bisa “menaikkan” pamor pita magnetik sebagai media back-up data pilihan di perusahaan karena menawarkan kapasitas data hingga 16 TB.

Namun, standar ini hanya bisa diwujudkan jika material penyimpanan datanya juga diganti. Salah satu kandidat materialnya adalah Barium Ferrite (BaFe). Meskipun proses magnet BaFe masih belum optimal, material ini menawarkan densitas penyimpanan data yang lebih tinggi dan ukuran partikel yang lebih kecil. Partikel BaFe juga lebih tahan terhadap korosi yang berarti tape magnetik berbahan tersebut akan memiliki masa pakai (shelf-life) yang jauh lebih lama.