The Xiaomi HP murah Spek Gahar

Teknorus.com – Mengapa Xiaomi tak melengkapi paket smartphonenya dengan earphone? Dalam perjumpaan dengan Steve Vickers, General Manager Xiaomi untuk kawasan Asia Tenggara, November silam, terpetik sebuah langkah strategis. Begini. Harga sebuah earphone kelas menengah ratarata sekitar 20 dolar (sekitar Rp250 ribu). Untuk Xiaomi, kualitas adalah jaminan yang tak bisa ditawar. Angka 20 dolar pada produk seperti iPhone 6 adalah seharga prosesor A8. Atau untuk smartphone Xiaomi Mi3 bisa jadi ongkos ketiga termahal setelah Integrated Circuit dan layar (termasuk sistem layar sentuhnya).

Baca juga : Gudang Movie

Biaya pembuatan produk yang di Indonesia dijual seharga Rp3,4 jutaan ini sebenarnya hanya perlu biaya pembuatan sebesar Rp2,4 juta saja (dengan kurs rupiah terhadap dolar Rp12.800,-). Jika komponen earphone ditambahkan, jelas margin besar kian terkikis. Jika dikalkulasi kotor paling cuma untung Rp700-an ribu per unit. Itu pun belum dipotong ongkos distribusi dan pajak. Lagi pula, menurut Vickers, “Setiap orang punya standar sendiri terhadap audio”. Artinya, penyeragaman earphone boleh jadi dianggap sebagai bonus belaka.

Pada ujungnya, konsumen akan membeli earphone lain. Sementara bila dijual secara khusus, barangkali akan lebih menguntungkan. Di samping itu, pilihannya pun beragam. Dengan begitu, konsumen bisa memilih earphone seri apa yang cocok dengan gendang telinganya. Maka, Xiaomi adalah satusatunya vendor yang menyiapkan beberapa seri earphone. Dengan ftur MiSound, konsumen bisa menentukan earphone mana yang pas. Semua disesuaikan dengan kualitas audio. Sewaktu, Erajaya membuka penjualan secara langsung (direct sale), earphone adalah aksesori kedua setelah baterai yang diburu konsumen.

Dengan cara ini, Xiaomi memperoleh keuntungan lagi dari penjualan aksesori. Di sinilah bisnis Xiaomi tak sekadar menggeliat. Namun terbangun secara dramatis. Pola efsien dan efektif. Mengukur penjualan lewat traffc on-line, kemudian baru retail tradisional. Semuanya kemudian menjawab seberapa besar sesungguhnya nilai perusahaan ini? Pada awal November nilai Xiaomi baru 40 milyar dolar. Mendadak pada tengah Desember silam sudah bertambah menjadi 45 milyar dolar (sekitar Rp576 trilyun). Posisinya sebagai manufaktur nomor tiga terbesar di dunia ikut menarik hati para investor untuk andil.